Menulis Rasa Aktifis

Sebuah Perjuangan untuk meraih sebuah kemerdekaan tentu bukanlah hal yang mudah, mulai dari memikirkan strategi hingga membakar semangat bagaikan kobaran api yang menyala-nyala. Senjata belum tentu memastikan kemenangan jika tidak adanya sebuah kekompakan dalam sebuah kelompok tersebut, kekompakan adalah hal yang terpenting untuk bisa memancing semangat para pejuang untuk mengalahkan penjajah hingga tetesan darah terakhir, tidak ada kata sendiri ataupun berlari dari semangat membela negara dan bangsa yang menjadi tanggung jawab para pemuda, karena sendiri pastinya kita akan mati dan jika kita bersama-sama bagaikan sapu lidi yang disatukan tentunya semangat tersebut akan menjadi besar untuk mengalahkan para penjajah. Berlari dari kenyataan adalah sifat seorang pengecut yang melambaikan tangan sebelum berjuang, padahal jika terus melangkah ke depan dan menghadapi tantangan tentunya pasti ada sebuah harapan untuk sebuah kemenangan, menyerah bukanlah pilihan dalam sebuah perjuangan demi harga diri bangsa Indonesia.

Jika pada era kolonial para pahlawan melawan para penjajah demi kemerdekaan dan harga diri bangsa Indonesia, namun pada era milenial para pemuda dihadapkan dengan berbagai tantangan sosial, politik, hukum, ekonomi, pendidikan dan lainnya. Tentunya untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut bukanlah persoalan jangka pendek dan solusinya bukanlah dengan mengangkat senjata, melalui menulis dan menyuarakan pendapat dengan secara akurat dan sopan merupakan salah satu pilihan ataupun dengan cara menuangkan ide-ide kreatif hingga bisa menjadi produk inovatif di era milenial, jika berjuang menghadapi tantangan zaman dengan cara menulis adalah menulis dengan penuh rasa aktifis dan berpikir dengan kritis dan memberikan ide yang bisa menjadi solutif tanpa harus arnakis dan merusak fasilitas umum, tentunya kita para pemuda adalah generasi harapan bangsa yang menjadi penyambung tongkat estafet para pahlawan yang telah mendahului kita, rasa aktifis tidak harus dengan tampil di depan gerbang istana ataupun DPR, namun melalui tulisan-tulisan yang penuh dengan kritikan terhadap para pimpinan tertinggi di negeri ini, sampaikanlah kepada para pemimpin negeri ini melalui tulisan rasa aktifis terhadap janji-janji mereka yang tidak ditepati hingga permasalahan korupsi yang tiada hentinya.

Bangunlah para pemuda-pemudi untuk membela bangsa ini dari para penguasa negeri yang hanya mengobral janji namun tidak kunjung menepati, pemuda penuh dengan aspirasi dan kobaran api untuk menegur para pemimpin yang lupa dengan rakyatnya, tunjukkan rasa cinta terhadap negara ini dengan berjuang tanpa henti sebelum mereka menepati janji dan membasmi korupsi, menulis dengan penuh rasa aktifis adalah keharusan dalam sebuah perjuangan dan lewat sebuah tulisan terkadang bisa membuat seseorang bisa merubah menjadi manusia yang lebih baik dan seperti kutipan sebua

Komentar